Kopi di mejaku dingin sudah
kursi di depanku sudah lelah
kepala ku tak terlihat letih
namun jiwaku mulai tertatih
menunggu bunga yang tak kunjung tiba
hanya harumnya yang masih tersisa
entah aku harus bagaimana
aku tak tahu kau dimana
ternyata semua hanya memori
yang tak akan menjadi simfoni
kau pergi untuk waktu yang lama
aku tetap duduk di tempat yang sama